Jumat, 20 Juli 2018

Pilihan untuk Bahagia

Awalnya gua kira semua orang punya definisi bahagianya masing-masing, mereka semua tau apa yang menjadi bahagianya, mereka sadar akan bahagianya, mereka mengerti bagaimana mendapatkan bahagianya. Tapi, suatu hari gue mendapatkan jawaban 'I don't know' di questions sticker gua yang menanyakan apa definisi bahagia milik mereka.

 Dengan adanya jawaban tersebut gua sadar, bahwa ada sebagian orang yang masih merasa tidak bahagia dalam hidupnya. Ada sebagian orang yang bahkan tidak menyadari bahwa hidupnya bahagia.

Menanyakan definisi bahagia milik seseorang membuat gua bertanya, apakah mereka benar-benar merasa bahagia?

Sampai akhirnya gua menanyakan definisi bahagia ke sahabat dekat gua. Jawaban dia adalah "gak tau". Dia gatau apa itu bahagia. Padahal menurut gua hidupnya penuh dengan apa yang gua definisikan sebagai bahagia. Karena menurut gua dia punya banyak hal yang bisa di kategorikan sebagai kebahagian, tapi ternyata tidak menurutnya.

Setiap orang memiliki perspektifnya masing-masing tentang hal apapun, termasuk bahagia dan kebahagiaan..

Sahabat gua bilang bahwa bahagia itu sepaket dengan kesedihan dan kita gak bisa hanya melihat babagia ketika kesedihan itu juga membunuh seseorang.

Perkataan teman gua membuat gua berpikir tentang definisi bahagia yang sebenarnya. Ketika seseorang dengan mudahnya mengatakan apa yang membuatnya bahagia, kenapa malah sahabat gua sendiri mengatakan gak tau apa itu definisi bahagia.

Menurut gua pribadi, bahagia itu adalah ketika lo bersyukur atas apa yang telah terjadi dan apa yang telah lo miliki di hidup lo saat ini. Karena dengan begitu hidup lo tidak akan penuh dengan penyesalan dan kesedihan.

Gua percaya bahwa hidup itu gak selamanya bahagia, pun gak selamanya bersedih. Lo bisa merasakan keduanya, bahkan di saat yang bersamaan dalam hidup.

Tapi, gua juga percaya bahwa apa yang kita sebut duka itu pasti, tetapi, apa yang kita sebut dengan bahagia itu adalah pilihan.

Karena setiap orang pasti akan merasakan sedih ketika ada hal buruk yang menimpanya. Tapi, setiap orang dapat memilih apakah dia akan melakukan sesuatu yang menyenangkan yang membuatnya bahagia atau tidak.

Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing, untuk bahagia ataupun tidak. Pilihan yang mereka pilih secara sadar tentang definisi bahagianya masing-masing. Gak bisa dipaksakan dan disamaratakan. Karena, setiap orang berhak menentukan pilihannya sendiri.

Jadi, kenapa mereka gak tau apa definisi bahagia menurut mereka? Karena mereka memilih begitu, karena itu pilihan yang mereka ambil, menikmati setiap detik kesedihan dan kepedihannya. Karena itu pilihan dalam hidup mereka.

Memilih untuk tidak mendefinisikan sebuah bahagia.

-Pay.
Cigombong. 20072018 0.56
edited :
Depok. 20190331 0.02

Sabtu, 19 Mei 2018

Film Favoritku.

Kamu bagaikan sebuah film yang aku tonton berulang kali di bioskop.
Film yang sama yang selalu aku nikmati setiap hari.
Sendiri. Bersama bahagia.
Kamu selalu berhasil membuat aku tersenyum bahkan tertawa.
Walau aku hanya duduk seorang diri di pojok kursi bioskop tertinggi.

Aku selalu suka menikmatimu sendirian.
Tanpa teman ataupun lawan.
Hanya aku dan kebahagiaan.
Tanpa takut kecewa karena sebuah penolakan.
Karena, bagiku kamu adalah film favorit.
Yang dapat aku nikmati sesuka hati tanpa kamu sadari.

Tanpa takut tersakiti karena sebuah kesalahan.
Karena kamu takkan pernah menyakiti jika tak pernah melihat ke arahku.

Disini, hanya sebuah komunikasi satu arah tak berbalas.

Jadi, aku tak perlu khawatir kamu akan menyakitiku dengan kesalahanmu.
Karena sampai kapanpun sebuah film tidak akan pernah membuat kesalahan dan seorang penonton tidak pernah bisa protes jika terjadi kesalahan.

Hanya aku dan fantasiku.
Menikmati kamu dan ceritamu.
Tertawa sendiri. Bahagia sendiri.
Tanpa sepi apalagi kamu.

Hadirmu jauh beberapa meter di depanku, cukup membuat hatiku hangat.
Walau kamu terus melangkah, berjalan, dan bercerita.
Tapi aku menikmatinya.

Semua perasaan aku nikmati sendiri.
Tak akan aku bagi pada penonton lain.
Hanya aku yang tau bagaimana euforia menontonmu.

Menikmati kamu.
Sebagai film favoritku.
Di bangku tertinggi bioskop.
Sendirian.
Tanpa luka.
Dengan Bahagia.


-Pay.
Depok 20052018 9.36.

Jumat, 05 Januari 2018

Kamu itu hebat

Menemukanmu bagai menemukan mentari di planet baru.
Kamu mampu mengalihkan duniaku, membuatku terpaku.
Terpanah melihat senyummu.
Kamu lucu.
Kamu pintar.
Kamu seakan memiliki segalanya.

Mengenalmu adalah bahagiaku.
Menjadi dekat denganmu adalah mimpiku.
Menjadi temanmu adalah keinginanku.

Tapi aku cukup sadar diri.
Aku yang tak bisa apa-apa.
Aku yang tak punya apa-apa
Mana bisa dekat denganmu yang punya segalanya.

Bagiku, kamu itu sempurna. Dengan segala kelebihanmu.
Walau aku sadar tak ada manusia yang sempurna.
Aku juga bukan manusia naif yang tidak melihat kekurangan mu.
Tapi bagiku, kamu cukup pintar menutupinya, cukup piawai mengubah suasana.
Dan cukup bisa membuatku jatuh cinta.


-Pay.
Depok. 05012018 22.04.

Sabtu, 23 September 2017

Si Pengecut Kecil.

Untuk kesekian kalinya aku berhenti dan tak berani.
Aku bahkan tak memiliki kekuatan untuk berusaha lebih dekat denganmu.
Kakiku kelu. Mulutku bisu. Tubuhku lumpuh. Jantungku berdetak tak menentu.

Kau terlalu jauh dari anganku.
Terlalu gemilang untuk langitku yang kelabu.
Terlalu indah untuk makhluk sepertiku.

Aku berhenti...
Berhenti melukai diriku sendiri.
Aku berhenti...
Bahkan tanpa sempat memulai.

Terimakasih pernah menjadi bulan terang dilangitku yang kelabu.
Pernah menjadi titik terang dalam ruang gelapku.
Pernah menjadi mawar cantik di tengah ladang rumputku.
Kamu indah. Bersinar. Berbeda.
Tapi, kamu berduri dan menyakitkan.

-Pay.
Depok. 24092017 07.18

Sabtu, 09 September 2017

Candu.

Kemarin, beberapa tahun lalu kau sempat membuatku terpana. Namun aku sadar bahwa diriku tak pantas bersandang denganmu. Kau yang begitu hebat dengan parasmu yang rupawan serta kemampuan bela dirimu tak pantas bersandang denganku, seorang gadis dengan paras yang biasa saja tanpa keahlian apa-apa selain merangkai kata.

Cukup bagiku bertemu dan berbincang denganmu sekali. Mungkin, itu sudah lebih dari cukup. Namun kenyataannya itu semua tak pernah cukup untukku. Aku adalah manusia serakah yang menginginkan lebih dari hanya sekedar bertemu sekali saja.

Kamu seperti candu bagiku. Membuat ketagihan dan selalu ingin merasakan. Maaf jika aku seperti benalu. Menempel padamu tanpa tahu malu. Tapi, kamu benar-benar candu.

-Pay.
Cigombong. 10092017 0.39.

Kamis, 28 Juli 2016

Tentangmu, (yang tak tergapai)

Kamu adalah satu dari sekian kemungkinan yang tak terucap
Satu dari sejuta harapan yang selalu ku harap
Kamu adalah orang yang namanya kusebut dalam doa
Dan kamu adalah impian yang tak tersampaikan

Begitu mudah merangkai kata untukmu
Dengan mudahnya kata kata ini tercipta untukmu
Hanya dengan memikirkanmu,
Tercipta rangkaian kata kata indah ini

Tak sadarkah kamu,
Efekmu sangat dahsyat untukku

-Pay.
Cigombong. 28072016 9.43.

Sabtu, 19 Maret 2016

Untukmu yang kini seperti hujan

Kamu seperti hujan. Datang dengan sejuta kesejukan namun terasa sangat dingin. Kamu adalah lelaki yang berbeda yang kemarin aku ceritakan. Kamu seperti asa yang tak bisa aku definisikan. Kamu tak pernah bisa aku tebak dengan sejuta logika yang ada.

Maaf jika aku tak pernah melihat ke arahmu sebelumnya, hingga kini kamu yang tak melihat ke arahku. Bodoh? Memang aku sangat bodoh. Tak pernah melihat seseorang yang berjuang karena dulu aku sedang buta hingga kini mati rasa. Tapi itu semua membuatku berpikir bahwa dulu aku memiliki seseorang yang amat peduli kepadaku, tulus, dan begitu sabar.

Sepertinya sungguh sangat terlambat bila aku baru menyadari bahwa kamu memang ada di sana, sempat menanti dan berharap, tapi aku tak pernah menggubrismu. Kamu kini menjadi sebuah semangat baru walau kini kamu tak pernah tergapai dan mengabaikanku. Setidaknya aku merasakan apa yang kamu rasakan dulu.

Kita impas bukan sekarang? Kamu pernah tersakiti dan kini aku merasakan sakit dan pengabaian yang pernah aku berikan padamu. Ya kita impas. Namun sungguh, ini sangat menyiksaku. Bahkan kamu tak pernah tahu bahwa aku berusaha mencari kabar tentangmu sebisaku. Mencoba menghubungimu dan meminta maaf padamu, lalu kamu berkata tidak apa-apa dilanjutkan dengan berkata accountmu sudah lama tidak di aktifkan.

Aku sempat lega mendengarmu bicara seperti itu, tapi, ketika aku bertanya padamu dan berkali kali mencoba menghubungimu, semua hasilnya adalah nihil. Kamu bahkan sama sekali tak pernah membacanya. Bodohnya lagi aku bahkan hampir setiap hari mengirimimu pesan dan chat bahkan pernah dengan nekatnya aku menelponmu.

Gila. Itu sungguh tindakan gila yang jelas jelas takan pernah digubris olehmu tetapi masih saja aku melakukan itu. Bodoh. Memang aku sangat bodoh melakukan semua hal tersebut. Aku seperti orang yang sedang frustasi. Memangnya aku bisa apa? Untuk sekedar mendapat balasan atas pesan yang aku kirim saja sulit apalagi mendapatkan maaf dan kembali berteman denganmu.

Kuharap kamu kembali menjadi matahari yang menghangatkan dan tak pernah pergi. Aku berharap kamu tak pernah menjadi hujan yang dingin dan tak tahu kapan kembali setelah ia pergi. Aku tak ingin kamu seperti hujan yang membawa sejuta kenangan luka ke dalam diri.

Tetaplah menjadi matahari yang aku nanti. Walau kamu tak lagi terbit untukku.

-Pay.
Cigombong. 19032016. 1.41